13 Proyek Hilirisasi senilai Rp 116 Trilliun, Akhirnya diresmikan Prabowo Berikut daftarnya
Danantara Indonesia resmi memulai pembangunan 13 proyek hiliriasi senilai Rp 116 triliun. Proyek ini mencakup sektor energi, baja hingga perkebunan. Peresmian ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking secara serentak di Cilacap, Jawa Tengah oleh Presiden Prabowo Subianto pada hari ini, Rabu (29/2/2026).
Jakarta, formbatam - Danantara Indonesia resmi memulai pembangunan 13 proyek hiliriasi senilai Rp 116 triliun, Peresmian ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking secara serentak di Cilacap, Jawa Tengah oleh Presiden Prabowo Subianto
Adapun 13 proyek hilirisasi fase II oleh Prabowo Subianto bersama Rosan Roeslani merupakan bagian dari program hilirisasi nasional yang dijalankan oleh Danantara Indonesia, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, 13 proyek hilirisasi tersebut merupakan fase kedua, setelah pada fase pertama telah dimulai 6 proyek hilirisasi di 11 lokasi pada 6 Februari 2026
Nilai investasinya mencapai Rp116 triliun dan diperkirakan membuka ±600.000 lapangan kerja. hilirisasi perlu dilakukan sebab menjadi salah satu mesin yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Berikut ringkasan dan penjelasan 13 proyek hilirisasi fase II yang diresmikan.
1–2. Kilang Gasoline Pertamina
Pembangunan Fasilitas Kilang Gasoline oleh PT Pertamina (Persero) di Dumai, Riau dan Cilacap Jawa Tengah Proyek ini akan mensubstitusi impor gasoline hingga 2 juta kiloliter (KL) per tahun atau sekitar 9,47 persen dari gap supply-demand nasional.
Lokasi: Dumai (Riau) dan Cilacap (Jawa Tengah)
Perusahaan: Pertamina
Kapasitas tambahan: 62 MBSD (thousand barrels per stream day)
Target operasi: Kuartal IV 2030
Manfaat:
Mengurangi impor bensin hingga 2 juta KL per tahun
Memenuhi kebutuhan Pertamax series dari produksi dalam negeri
Mengurangi impor produk turunan seperti propylene dan LPG
3–4–5. Terminal Penyimpanan BBM Nasional
Pembangunan Tangki Operasional BBM oleh PT Pertamina (Persero) di Palaran, Proyek dijalankan oleh Pertamina Patra Niaga dan ditarget mulai beroperasi secara bertahap pada 2027 untuk Maumere, serta 2028 untuk Palaran dan Biak.
Lokasi:Palaran (Kalimantan Timur) Biak (Papua) Maumere (NTT)
Operator: Pertamina Patra Niaga
Total kapasitas tambahan: 153.000 KL
Rincian: Palaran: 37.000 KL, Biak: 46.000 KL, Maumere: 70.000 KL
Target operasi: Maumere: 2027, Palaran & Biak: 2028
Tujuan: memperkuat ketahanan distribusi BBM nasional.
6. Hilirisasi Batu Bara → DME
Fasilitas Pengolahan Batu Bara menjadi DME oleh PT Pertamina (Persero), Proyek ini mensubstitusi impor elpiji yang saat ini masih memenuhi sekitar 80 persen kebutuhan nasional.
Lokasi: Tanjung Enim, Sumatera Selatan
Perusahaan: Pertamina, Mineral Industri Indonesia, PT Bukit Asam
Kapasitas: 1,4 juta ton DME per tahun
Manfaat: Mengganti impor LPG yang saat ini mencapai ±80% kebutuhan nasional.
7. Pabrik Baja Nirkarat (Stainless Steel)
Pengembangan Fasilitas Manufaktur Baja Nirkarat dari Nikel oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk bersama Tsingshan Group di Indonesia Morowali Industrial Park
Lokasi: Indonesia Morowali Industrial Park
Perusahaan: Krakatau Steel, Tsingshan Group
Fokus: produksi baja nirkarat berbasis nikel.
8. Pabrik Steel Slab dari Bijih Besi Lokal
Pengembangan Fasilitas Produksi Slab Baja Karbon dari Bijih Besi Lokal oleh PT Krakatau Steel (Persero) Pengembangan fasilitas produksi steel slab berkapasitas 1,5 juta ton per tahun melalui peningkatan proses produksi dan modernisasi fasilitas eksisting untuk mencapai efisiensi operasional.
Lokasi: Cilegon, Banten
Perusahaan: Krakatau Steel, Xin Hai Group
Kapasitas: 1,5 juta ton per tahun
Tujuan: meningkatkan produksi baja domestik dari bahan baku lokal.
9. Ekosistem Aspal Buton
Lokasi: Karawang, Jawa Barat
Perusahaan: Wijaya Karya, Jasa Marga
Target produksi:
2025: 5.000 ton
2030: 300.000 ton
Tujuan: memanfaatkan aspal alam Pulau Buton untuk kebutuhan infrastruktur nasional.
10. Hilirisasi Tembaga & Emas
Lokasi: Gresik, Jawa Timur
Perusahaan: Mineral Industri Indonesia, Len Industri
Produk: brass mill, brass cup
manufaktur logam mulia dari anode slime
11. Hilirisasi Sawit
Lokasi: Sei Mangkei, Sumatera Utara
Perusahaan: PT Perkebunan Nusantara III
Produk: Oleofood, Biodiesel
Manfaat: meningkatkan nilai tambah sawit dan kesejahteraan petani.
12. Pengolahan Pala → Oleoresin
Lokasi: Maluku Tengah
Perusahaan: PT Perkebunan Nusantara III
Produk: Oleoresin pala (bahan industri makanan, kosmetik, farmasi).
13. Industri Kelapa Terpadu
Lokasi: Maluku Tengah
Perusahaan: PT Perkebunan Nusantara III
Produk utama:
MCT Oil (medium-chain triglyceride)
Coconut flour
Activated carbon
Kesimpulan besar proyek ini:
Total investasi : Rp116 triliun
Target lapangan kerja : ±600.000 orang
Fokus sektor: Energi, Pertambangan, Baja, Perkebunan, Infrastruktur
Tujuan utamanya adalah mengolah sumber daya alam di dalam negeri agar menghasilkan nilai tambah industri, bukan hanya ekspor bahan mentah.
What's Your Reaction?